Conteudo Seluk

MASKER HO FOLIN ATUS IDA BA LETEN

 
Masker kain kini tak hanya yang menjadi alat perlindungan diri di tengah COVID-19, tetapi juga menjadi aksesori dalam berbusana. Para desainer tanah air pun mengeluarkan masker kain dengan berbagai motif yang unik.
Desainer Hian Tjen termasuk salah satu yang merilis masker kain premium. Sejak dua bulan terakhir Hian Tjen memproduksi masker bermotif Nautical.

Berawal dari kebutuhan materi media sosial di tengah pandemi, Hian Tjen pun membuat masker fashion. Apalagi pesanan gaun pengantin dan gaun malam yang menjadi andalannya sedang sepi. Satu masker dibanderol dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.
"Semua orang mencari sesuatu yang unik yang bisa bergaya. Jadi orang kadang menilai masker orang itu sendiri kalau dilihat." kata Hian Tjen seperti dikutip dari tayangan CNN Indonesia TV.

Selain Hian Tjen, ada juga perancang busana Albert Yanuar. Albert membuat masker kain dengan sentuhan bordir yang bertema Dinasti Era Tiongkok lama. Harga masker Albert mulai dari Rp 200 ribu - 400 ribu.
"Jadi kalau aku lihat tetap pasar untuk masker ini luas sekali. Dan punya karakter masing-masing dan kita setiap desainer punya customer base masing-masing juga," ucap Albert.

Bagi sejumlah kalangan, mengoleksi masker kain dari perancang busana perlu dilakukan karena itu adalah karya seni. Dan biasanya pembelian masker dari

Baca Juga : Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

perancang busana ini juga untuk amal.
Tapi sebenarnya kali ini para desainer mengeluarkan masker bukan hanya ikut-ikutan karena lagi harus pakai masker, namun mereka punya program untuk berdonasi kepada yang membutuhkan," kata Meita Haryani, salah satu kolektor masker desainer kepada CNN Indonesia TV.

Desainer yang menjual masker dan Alat Perlindungan Diri (APD) lainnya dalam rangka untuk amal ini salah satunya adalah Anne Avantie. Anne menjual Jaket Pelindung Diri (JPD) yang terbuat dari bahan jas hujan dengan kain motif seharga Rp 350 ribu hingga Rp 1.250 juta. Sementara masker art dengan konsep bahan baku kain batik dengan renda dan kain tenun, dijual dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Dan 20% dari hasil penjualan APD dan masker art karya Anne Avantie akan diberikan ke yayasan miliknya untuk misi kemanusiaan tak terkecuali untuk memproduksi APD yang disumbangkan kepada para tenaga medis.
"Sebuah niat baik untuk membuat APD, yang tidak saya perjual belikan. Dan hanya saya sumbangkan di saat masa sulit saya. Di mana 100% saya tidak memiliki penghasilan," ucap Anne.

Tak hanya apik, APD karya perancang busana tanah air juga mengikuti standar kesehatan, baik material, proses sterilisasi, maupun pengemasannya. Kreatifitasnya bisa menjadi pilihan untuk melengkapi koleksi busana pecinta mode.
Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengoleksi masker kain karya perancang busana tanah air?

0 Comments

Sign In Sign Up Sign In By Facebook