Conteudo Seluk

Chelsea, Ksatria London Yang Sedang Sakit

Awal musim yang indah. Begitulah harapan 20 klub kontestan Premier League, saat memulai petualangannya di musim baru. Apalagi buat enam tim elite yang dalam beberapa musim terakhir, terlibat pertempuran hebat. Tapi ternyata, langkah Chelsea, salah satu ksatria dari London ini justru sudah terluka di awal laga.

Ceritanya dimulai saat hukuman dijatuhkan kepada pemegang enam mahkota juara Premier League (satu gelar saat masih dengan format First Division) ini. Tepatnya pada Februari 2019, sanksi resmi diberikan FIFA kepada Chelsea. Petaka, hukuman ini ternyata berpengeruh besar. Bagaimana tidak, Chelsea menelan konsekuensi tak boleh merekrut pemain baru. 

Masalah bukan cuma di situ. Sejumlah sosok penting juga memutuskan buat pergi. Dimulai dari manajer yang membawa armada London Barat juara Liga Europa musim lalu, Maurizio Sarri. Setelah gagal membawa Chelsea menjadi kampiun kompetisi domestik, juru taktik asal Italia ini memutuskan menerima proyek besar bersama Juventus.

Setelah Sarri pergi, giliran Eden Hazard yang melambaikan tangan kepada rekan-rekannya di Stamford Bridge. Pemain ini jelas punya peran penting selama tujuh musim kariernya bersama Chelsea. Bintang berpaspor Belgia pada akhirnya merealisasikan mimpinya untuk berseragam Real Madrid.

Kehilangan Hazard juga jelas berpengaruh pada penampilan The Blues. Dalam tiga pertandingan terakhirnya, Chelsea seperti kehilangan sentuhan terbaiknya, buntu dan tidak kreatif.

Lalu, cerita berlanjut saat bursa transfer musim panas akan berakhirawal bulan ini. Meski sudah mengetahui takkan bisa mendatangkan pemain baru, Chelsea malah memutuskan untuk melepas pemain penting lainnya. Giliran jagoan lini pertahanan, David Luiz, yang juga angkat kaki. 

Apa yang menjadi alasan Chelsea membiarkan eks Benfica ini pindah ke klub rival, sampai saat ini belum diketahui pasti. Begitu juga sebaliknya, apakah memang Luiz yang ingin pergi dari klub yang membesarkan namanya itu, juga masih misteri.

Faktor lain yang juga menjadi penyebab mundurnya performa Cezar Azpilicueta cs tentunya sosok Frank Lampard. Ya, didapuk untuk menggantikan peran Sarri, legenda hidup Chelsea ini masih kesulitan untuk membuktikan kapasitasnya. 

Tentu, ada perbedaan besar saat menukangi Chelsea di kasta teratas. Meskipun, Lampard di luar dugaan eks pemain West Ham United ini membawa Derby County ke fase playoff Divisi Championship (kasta kedua Liga Inggris) musim lalu.

Sekali lagi, tiga hasil tak maksimal di awal musim jelas membuat nama Lampard menjadi sorotan. Timbul pertanyaan, sampai kapan pria berusia 41 tahun ini bisa bertahan dengan posisi barunya?

3 Petaka

Hasil buruk langsung ditelan Chelsea saat mengawali perjalanannya di ajang Premier League musim ini. Baru juga mulai, Olivier Giroud cs melakoni laga tandang melawan tim tangguh, Manchester United. Old Trafford saat itu jadi saksi bagaimana rapuhnya Chelsea. Ya, kekalahan telak 0-4 jadi hasil yang cukup menggucang dunia. 

Sebab, MU biasanya kesulitan untuk bisa menang atas Chelsea. Jangankan dengan skor besar, menang tipis saja susah. Tapi faktanya, dua gol Marcus Rashford, satu gol Anthony Martial dan gol lainnya yang disumbang pemain baru, Daniel James, tak bisa dibalas Chelsea satu gol pun.

Belum hilang luka setelah memb

Baca Juga : Kefi ho Boaten lori Boavista manán Emanuel

uka musim dengan hasil buruk, nasib sial Chelsea malah berlanjut. Dengan status juara Liga Europa 2018/2019, Chelsea berjumpa dengan sesama tim Inggris, Liverpool (juara Liga Champons 2018/2019), dalam perebutan gelar Piala Super Eropa.

Terlibat duel sengit dalam 120 menit, Chelsea harus mengadu nasib lewat drama adu penalti. Benar saja, Dewi Fortuna ternyata masih menjauh. Kegagalan Tammy Abraham menjalankan tugasnya sebagai salah satu algojo, membuat Chelsea gagal merebut gelar ini untuk yang kedua kalinya. Chelsea menyerah 4-5 (2-2) dalam laga yang digelar di NJK Vodafone Arena, Istanbul.

Mimpi buruk Chelsea tak berhenti sampai di situ.Dalam laga ketiga melawan Leicester City, Chhsea lagi-lagi tak bisa menang. Meski mampu menggedor gawang The Foxes lebih dulu lewat aksi gelandang belia, Mason Mount, pada akhirnya hanya hasil seri yang bisa didapat. Sebab, Leicester mampu menggagalkan kemenangan Chelsea lewat gol Wilfred Ndidi.

Itu dia. Itu lah cerita buruk yang dialami Chelsea di era Lampard. Lalu, bagaimana dengan respons sang juru taktik? Apa yang menjadi masalah dalam timnya, dan bagaimana Lampard bersikap untuk menghadapi tekanan atau bahkan ancaman pemecatan?

Bukti dan Pernyataan

Menurut data yang dikutip Opta, hasil buruk yang dialami Chelsea musim ini jadi yang terburuk di awal musim sejak musim 2012/2013. Ini buktinya. Bukti bahwa Lampard pasti tertekan. Sebab, rekor ini berbanding terbalik dengan sejumlah catatan sejarah yang dibuatnya bersama Chelsea saat masih bermain.

Apa yang diberikan Lampard buat Chelsea pada pembukaan musim ini, ternyata sama buruknya dengan catatan negatif yang pernah dibuat manajer asal Spanyol, Rafael Benitez.

Pasca hasil imbang melawan Leicester di Stamford Bridge akhir pekan kemarin, Lampard pun memberikan alasannya. Alasan kenapa Chelsea meraih hasil minor, padahal perang baru saja dimulai. 

"Saya benci dengan alasan kelelahan, tetapi itu menjadi faktor penting di babak kedua. Saya melihat Liverpool bermain kemarin, dan saya tahu itu sulit bagi mereka," ujar Lampard, dikutip dari Sky Sports.

"(Main) 120 menit, lalu terbang kembali keesokan harinya sampai jam lima pagi. Saya pikir, itu berdampak pada kami di akhir pertandingan," katanya.

Begitu kata Lampard setelah laga melawan Leicester. Lalu saat digilas MU pada pertandingan pertama, Lampard juga merasa bahwa embargo FIFA terhadap timnya membuat kesulitan yang sangat berarti baginya. 

"Mari kita perjelas, dengan cedera yang menerpa beberapa pemain dan fakta kita tidak bisa mendatangkan pemain, ini akan jadi pekerjaan serius dalam upaya memburu gelar juara. Kita harus belajar dengan keras dan memperbaiki masalah ini secepat mungkin. Kami kehilangan pemain besar," ucap Lampard.

Pada akhirnya, seluruh suporter fanatik yang begitu setia mendampingi tim kesayangannya harus terus bersabar dan tentunya berharap, Chelsea akan kembali bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas Inggris.

0 Comments

Sign In Sign Up Sign In By Facebook